oleh

Anggota Paskibra Tangsel Meninggal, Kak Seto datangi Polres

Kabar6-Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi mendatangi kantor Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel).

Kedatangannya terkait kasus Aurellia Qurrotuainni, pelajar calon pembawa baki yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera atau paskibra yang meninggal dunia.

Orangtua pelajar kelas XI Jurusan MIPA SMA Al Azhar BSD bersuara, anaknya dan rekan-rekannya sering diplonco oleh seniornya di Purna Paskibra Indonesia (PPI).

Pria yang akrab disapa Kak Seto mencoba ingin mengecek langsung seberapa jauh kepedulian dan langkah-langkah upaya memberikan klarifikasi kepada masyarakat luas.

“Tanya-tanya bagaimana ini kasus ini. Kok seperti tidak ada penjelasan resmi. Ini kan masuknya bukan delik aduan tidak ada laporan dari pihak keluarga mohon ada penjelasan dari kepolisian,” kata Kak Seto, Senin (12/8/2019).

Menurutnya, apalagi sekarang semua masyarakat sedang mempersiapkan upacara 17 Agustus.

Ada anggota paskibra membutuhkan perhatian, jangan sampai ada pelanggaran hak anak.**Baca juga: Mudiknya Kyai Ma’ruf Ke Tanah Leluhur.

“Kalau saja ini terkesan seperti tidak ada kepedulian, bagaimana di tempat lain nanti,” jelas Kak Seto.

Kak Seto mengaku mendapatkan laporan dari Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel, Inspektur Satu Sumiran sudah dilakukan penyidikan.

“Mudah-mudahan hari ini atau besok sudah ada penjelasan resmi dari Polres Tangsel khususnya mengenai kejadian ini,” kata Seto Mulyadi.(Yud)

Berita Terbaru