oleh

Anggota DPR RI Ini Ragukan Kualitas Pembelajaran Ditengah Pandemi

Kabar6- Sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, praktis dunia pendidikan lumpuh total. Pada tahun 2020 ujian nasional untuk semua tingkatan sekolah ditiadakan, dan semua siswa dinyatakan lulus dan naik kelas tanpa melalui tes atau ujian.

Begitu pun penerimaaan siswa baru hingga dimulainya tahun ajar baru, semua dilakukan melalui internet. Hal ini jelas berdampak tidak baik bagi kualitas pendidikan di Indonesia.

Anggota Komisi X DPRRI dari Fraksi Partai Gerindra, Ali Zamroni meragukan kualitas pendidikan ditengah Pandemi. Apalagi budi pekerti anak saat mengikuti proses pembelajaran secara daring.

“Dari sisi kualitas, saya sangat meragukan. Apalagi dari sisi budi pekerti atau ahlakk anak didik. Mungkin yang punya anak usia sekolah mengalami bagaimana anak belajar dari rumah menggunakan alat komunikasi seperti HP. Anak dengan seenaknya tumpang kaki, bahkan kakinya dinaikan ke meja sambil mendengarkan guru mengajar. Ini jelas tidak baik buat budi pekrti anak,” ujar Ali saat berbincang-bincang dengan wartawan di Pandeglang, Rabu (13/1/2021).

Kata Ali, dari semua bidang yang terdampak Covid-19, pendidikan lah yang paling terdampak. Dia mencontohkan, sektor dunia usaha sedikit demi sedikit mulai menggeliat karena aturan untuk dunia ini agak diperlonggar.

“Meski pertumbuhannya agak lambat, namun sektor dunia usaha sedikit-demi sedikit mulai bangkit dengan dbukanya pusat perbelanjaan dan pasar tradisional yang dibiarkan tetap beroperasi,” terangnya.

Untuk sektor pariwisata, terangnya, juga mulai menggeliat dengan dibukanya sejumlah destinasi wisata meski dengan aturan yang ketat. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya wisatawan lokal yang mengunjungi sejumlah objek wisata.

“Setiap akhir pekan saya melihat masih banyak warga yang mendatangi tempat wisata. Artinya, sektor ini tidak terlalu banyak terdampak,” paparnya.

**Baca juga: Vaksin Covid 19 Untuk Pandeglang Diperkirakan Turun Bulan Februari

Namun kondisi berbeda terjadi di dunia pendidikan. Sektor pendidikan hingga saat ini masih belum bergeliat dengan tidak dibukanya sekolah dengan metode tatap muka.

Untuk itu, Ia mengaku bersama pemerintah pusat berusaha mencari formulasi yang tepat untuk menyiasati sistem pendiidikan di tengah pandemi.

“Kami Komisi IX yang merupakan mitra Kementerian Pendidikan terus berupaya mencari formula. Sebab kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir,”tandasnya.(aep)

Berita Terbaru