oleh

Andika Pantau Langsung Pelaksanaan UNBK SMA di Banten

Kabar6-Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di Provinsi Banten, seperti yang dilakukannya di SMAN I Baros, Kabupaten Serang, Kamis (4/4/2019).

Pada kesempatan itu, Andika mengaku bangga dengan kondisi pendidikan di Banten saat ini, sebab menurutnya, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

“Saya bangga melihat kondisi ini, kita 3 tahun terakhir ini ada peningkatan yang luar biasa,” kata Andika kepada awak media.

Andika menjelaskan, saat melakukan peninjauan, dirinya melihat situasi dan kondisi SMAN I Baros dalam menghadapi UNBK dinyatakan bagus.

“Kita lihat bahwa dalam teknis ujian ini kita lihat fasilitasnya, kesiapan panitianya termasuk mengecek dari tekhnis internetnya dan Alhamadulilah dari hari pertama tidak ada kendala dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Andika menuturkan, biasanya dalam pelaksanaan UNBK, terdapat beberapa kendala teknis, baik dari ketersediaan sarana dan prasarana ataupun ketersediaan akses internet.

“Biasanya ujain komputerisasi seperti ini salah satu persoalannya adalah komputer dan internet, kalau ada gangguan listrik dan wifi ini menjadi masalah bagi siswa, tapi Alhamdulillah selama ini saya dapat laporan dari Kadis Pendidikan lancar,” tuturnya.

Andika juga berharap, kedepan pelaksanaan UNBK dan pelayanan pendidikan di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan secara menyeluruh.

“Harapannya kedepan kualitas pendidikan terus meningkat lebih baik lagi, ada peningkatan dalam kapasitas peningkatan pendidikan di Banten, gedung sudah baik, bangku sekolah sudah baik, kesejahteraan guru sudah baik, baik yang sudah jadi PNS atau honorer mereka sudah cukup Alhamdulillah, ini sentuhan dari Pemrpov Banten untuk dunia pendidikan di Banten,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN I Baros, Rohadi mengaku, dari 279 siswa dan siswi yang melaksanakan UNBK hari ini hadir semua.**Baca juga: Kakak Kandung Koruptor Di Cilegon, Maju Sebagai Calon Walikota.

“Alhamdulillah hadir semua, dari 279 peserta dibagi tiga sesi mereka setengah tujuh udah di sekolah, karena mulai setengah delapan dan pengawasan pun disilang, dari Pabuaran, Padrincang sampai Gunung Sari, ini sesuai kesepakatan, Insyallah semuanaya tidak ada curang karena yang ngawas juga dari luar,” pungkasnya.(Den)

Berita Terbaru