oleh

Anak Tangga Pembawa Hoki

ilustrasiKabar6-Rumah tinggal yang memiliki dua lantai tentu saja memiliki tangga untuk menghubungan lantai atas dengan lantai bawah. Meskipun tampaknya sederhana, urusan tangga dalam feng shui ternyata tidaklah sesederhana itu. Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan agar keberadaan tangga itu mengalirkan keberuntungan untuk penghuni rumah.

 

 

Jumlah anak tangga yang membawa keberuntungan adalah kelipatan lima plus satu atau dua. Dalam feng shui dikenal sebagai Pola 5, yang berjalan dengan siklus hidup, senang, susah, sakit, mati atau hidup, panjang umur, susah, mati, serta menderita.

 

Anak tangga yang baik haruslah jatuh pada siklus hidup, senang, atau panjang umur. Jika diterjemahkan ke dalam angka, maka anak tangga keberuntungan berjumlah 6, 7, 11, 12, 16, 17, 21, 22, dan seterusnya. Pola seperti ini paling banyak dipakai di Indonesia.

 

Tangga adalah penghubung antara energi chi lantai bawah dengan chi lantai atas. Tangga yang berada pada posisi tepat akan menciptakan keharmonisan bagi penghuni rumah. Namun bila posisi tangga kurang tepat, justru kan membuang chi yang otomatis akan membuang kebahagiaan dan keberuntungan penghuninya.

 

Tangga pada dasarnya adalah lubang besar dalam sebuah bangunan, sehingga sering dipandang sebagai sumber energi negatif. Masalah tangga memang agak sulit diatasi secara feng shui karena menyangkut struktur dan sirkulasi vertikal yang digunakan setiap saat.

 

Salah satu aliran feng shui yaitu Metode Delapan Rumah, menyarankan sebaiknya tangga diletakkan pada sektor negatif dari kepala keluarga, yang dapat dicari melalui perhitungan berdasarkan data kelahiran kepala keluarga atau pencari nafkah utama dalam rumah tersebut.

 

Di sisi lain, pemanfaatan ruang bawah tangga menurut feng shui tidak boleh difungsikan secara sembarangan. Pemanfaatan yang diperbolehkan adalah sebagai gudang untuk menyimpan sandal, sepatu, perlengkapan kebersihan, dan perlengkapan mandi. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk taman. Tanaman adalah bentuk kehidupan yang lebih rendah, sehingga melambangkan penyangga tangga. Ini dapat berfungsi untuk memperkuat hubungan antara penghuni lantai bawah dengan lantai atas.

 

Namun pemanfaatan ruang bawah tangga tidak disarankan untuk altar, meja sembahyang, rak buku, uang, perhiasan, bar mini, dan makanan. Posisi seperti ini akan menyebabkan nasib buruk pada seluruh penghuni rumah. Apabila memungkinkan, dapat dibuat unsur air di bawahnya, seperti kamar mandi, kolam, dan air terjun, karena air merujuk pada kekayaan, sehingga diharapkan penghuni rumah dapat mengendalikan aliran harta.(ilj)

**Baca juga: Apa yang Seharusnya Tidak Diterapkan di Kamar Mandi dan WC?

Berita Terbaru