oleh

Aktivis Sebut Pembelian Randis Mewah Sekda Pandeglang Sangat Memalukan

Kabar6-Aktivis yang juga Ketua Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada mengkritik keras soal pembelian kendaraan dinas (Randis) untuk Sekda Pandeglang jenis Toyota Fortuner senilai Rp 550 juta.

Uday menilai pembelian Randis itu sangat memalukan, karena asas kepatutan dan kepantasan tidak difikirkan oleh mereka sehingga dinilai lebih mementingkan fasilitas dibandingkan memikirkan persoalan mendasar di Kabupaten Pandeglang.

“Saya kira ini sesuatu yang sangat memalukan,” kata Uday, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, dengan mementingkan membeli Randis jenis Fortuner untuk Sekda, telah membuktikan semua pihak eksekutif semakin menutup mata dengan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat Pandeglang, seperti pelayanan kesehatan, infrastruktur jalan dan sarana prasarana pembangunan lainnya.

“Yang jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain. Kenapa kondisi terpuruk seperti ini, malah beli mobil mewah lagi?,” cetus Uday.

Uday juga mengungkit kembali kelakuan petinggi di Pemkab Pandeglang, baik itu Bupati, Wakil Bupati maupun Sekda Pandeglang yang saat ini pegang mobil mewah semuanya.

“Sudah Bupatinya beli mobil Rp1,9 Miliar, Wakilnya mobil mewah, dan sekarang Sekda-nya dibeliin juga mobil mewah. Dimana beban moral mereka terhadap masyarakat Pandeglang. pembelian Randis itu sangat diluar kepantasan dan kepatutan,” tanya Uday.

Selain eksekutif, Uday juga menyingung sikap 50 anggota legislatif yang memilih diam. Harusnya mereka mencegah penganggaran Randis tersebut.

“Ternyata tidak ada anggota DPRD menyuarakan itu. Itu katanya sudah dianggarkan di APBD, ya kenapa mereka meloloskan itu?. Masa mereka tak punya kepekaan sosial sama sekali,” katanya.

**Baca juga: Kemungkinan Ada Tersangka Lain di Kasus ABG Jadi Pemandu Lagu di Pandeglang.

Hal yang sama juga disampaikan, mantan Ketua BEM Stisip Banten Raya, Ili Sadeli mengatakan, pembelian Randis itu mencerminkan pemborosan anggaran dan tak peduli terhadap kondisi Pandeglang dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.

“Karena dirasa tidak penting dan urgensinya dimana. Kan masih banyak mobil Pemkab yang bagus dan layak di pakai. Kalian harus sadar bahwa itu adalah uang rakyat dan rakyat tak butuh Randis mewah, kalau mau bergaya pake uang sendiri aja lah, gak usah pakai uang rakyat,” tandasnya.(Aep)

Berita Terbaru