oleh

Aktivis 98 Banten Kecam Aksi Penusukan Wiranto di Pandeglang

Kabar6-Aktivis 98 Banten mengecam aksi kekerasan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto dan Kapolsek Menes Kompol Darianto yang dilakukan diduga jaringan ISIS, di Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (10/10/2019) kemarin.

Maman Fathurochman, aktivis 98 dari Universitas Mercu Buana mengatakan, perilaku kekerasan tersebut bukanlah tradisi dan budaya masyarakat Banten.

“Aksi kekerasan itu telah membangun imege buruk tentang Banten. Sebagai orang Pandeglang, saya marah dan mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ini jelas aksi teroris. Dan, teroris adalah musuh masyarakat Banten. Aksi kekerasan dalam bentuk apapun, ke siapapun, dilarang oleh ajaran agama manapun, termasuk ajaran Islam,” ujar Maman melalui keterangan tertulisnyakepada Kabar6.com, Jumat (11/10/2019).

Aparat keamanan, kata Maman, diminta mengusut otak pelaku kekerasan tersebut. “Warga Banten mendukung upaya aparat keamanan melakukan tindakan tegas dan memberantas jaringan teroris di Banten,” katanya

Maman mengimbau seluruh elemen masyarakat di Banten untuk bersatu melawan jaringam terorisme. “Tidak boleh ada tempat bagi jaringan teroris untuk tinggal di Banten,” kata Maman.

Senada diungkapkan Akhmad Yuslijar, aktivis 98 dari Tangsel. Pria yang akrab disapa Yos ini mengajak seluruh tokoh agama untuk bersatu menolak antek-antek terorisme di Banten.

“Saatnya kita berkata dan bertindak tegas untuk melawan paham radikal yang mengganggu kehidupan bermasyarakat di Banten,” kata Yos.

Selaku pengurus Persatuan Nasional Aktivis (PENA) 98 Banten ini, Yos mengaku akan aktif menggalang konsolidasi ke seluruh elemen masyarakat untuk memerangi terorisme di Banten.

“Tindakan mereka sudah biadab dan membuat resah kehidupan masyarakat. Bayangkan saja, seorang menteri saja bisa mereka serang apalagi rakyat. Artinya jaringan teroris sudah mengangkat bendera perang kepada masyarakat Banten dan rakyat Indonesia pada umumnya,” kata Yos.

Wajid Nuad, aktivis 98 asal Kabupaten Serang mengatakan, aksi kekerasan di Menes Banten menjadi pelajaran berharga bagi warga Banten untuk tidak lagi mempercayai gerakan radikal agama yang berisi ujaran kebencian di media sosial.**Baca juga: Motivasi Wiranto Ke Alumni Unma Banten Sebelum Jadi Korban Penusukan.

“Kita harus bersatu melawan antek-antek teroris yang mengadu domba bangsa ini dengan jargon-jargon agama,” tandas Wajid.(Oke)

Berita Terbaru