oleh

Aktif Berbicara 2 Bahasa Mampu Turunkan Risiko Demensia

Kabar6-Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengungkapkan, aktif berbicara lebih dari satu bahasa dapat menunda risiko demensia (pikun). Ada banyak penyebab yang membuat seseorang mengalami demensia, umumnya karena penyakit-penyakit kronik seperti stroke dan parkinson. Namun, penyebab utama seseorang mengalami demensia adalah Alzheimer.

Sejumlah periset menyarankan, agar seseorang tidak terkena Alzheimer, hal yang harus dilakukan adalah membuat otak tetap aktif, berlatih teka-teki, serta latihan mental. Di antara ketiganya, dilansir Klikdokter, latihan terbaik yang bisa menyehatkan otak adalah belajar bahasa asing. Bahkan, memiliki keterampilan bahasa tingkat sekolah dapat memperbaiki fungsi otak sampai batas tertentu.

Menurut Ellen Bialystok, seorang psikolog di York University, Toronto, anak-anak bilingual yang menggunakan bahasa kedua mereka secara teratur memiliki kemampuan multitasking yang lebih baik ketimbang anak-anak monolingual.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai bilingualisme dan hubungannya dengan otak, Bialystok membandingkan pencitraan otak pada orang bilingual dengan mereka yang monolingual.

Hasilnya, mereka yang bilingual mampu menunda gejala Alzheimer selama empat sampai lima tahun lebih lama dibanding orang monolingual. Memang kemampuan berbicara dua bahasa tidak mampu mencegah penyakit Alzheimer, namun masih bermanfaat untuk menunda gejala. Disimpulkan Bialystok, menggunakan dua bahasa akan merangsang otak untuk menghasilkan cadangan kognitif.

Seorang psikolog di Penn State University bernama Judith Kroll yang melakukan studi lain tentang bilingualisme, mendukung gagasan bahwa berbicara lebih dari satu bahasa membuat otak tetap lincah dan memperkuat fungsi mental. Dijelaskan, penutur bilingual bisa mengungguli pembicara bahasa tunggal dalam pekerjaan-pekerjaan yang berfokus pada detail. ** Baca juga: Gunakan Lip Balm Sebabkan Ketergantungan

Tidak hanya menambah pengetahuan, mempelajari bahasa asing juga meningkatkan kemampuan otak, serta menunda kemunculan si ‘perampok ingatan bernama demensia.(ilj/bbs)

Berita Terbaru