oleh

ADX Florence ‘Neraka’ di Colorado Jadi Penjara Paling Mengerikan di Dunia

Kabar6-United States Penitentiary Administrative Maximum Facility (ADX Florence), yang terletak di pinggir pegunungan Rocky, tanah gurun yang gersang di Colorado, Amerika Serikat (AS) disebut sebagai penjara paling mengerikan di dunia.

ADX Florence, melansir Bostonglobe, menjadi ‘Alcatraz di Pegunungan Rocky’ dan dianggap sebagai penjara dengan tingkat keamanan tertinggi di Amerika, tempat bagi beberapa penjahat paling terkenal di negeri itu. Termasuk di dalamnya mungkin Joaquin ‘El Chapo’ Guzmán, mantan pemimpin kartel obat terlarang Meksiko, yang dianggap musuh masyarakat nomer satu di Meksiko dan AS.

Julukan ‘Alcatraz di Pegunungan Rocky’ mengacu pada penjara Alcatraz yang terkenal di California yang kini sudah tutup. ADX Florence sendiri dibangun pada 1994 dan tak pernah ada yang melarikan diri dari sana.

Penjara ini bisa menampung 490 narapidana pria, dan merupakan bagian dari Kompleks Penjara Florence, yang terdiri dari tiga bangunan penjara. Nyaris seluruh narapidananya, sekarang berjumlah 376 orang, menjalani hukuman seumur hidup berganda. Mereka diisolasi 23 jam sehari, dan kontak mereka dengan manusia sangat minim.

“Penjara itu umumnya bikin depresi, tapi yang ini dibuat untuk melucuti kemanusiaan,” kata Duncan Levin, pengacara kriminal dan bekas jaksa federal. “Ini merupakan salah satu tempat paling terpencil di dunia. Tak ada tanda-tanda kehidupan di luar sama sekali.”

Menurut Levin interaksi para penghuninya satu sama lain sangat minimum untuk memperkecil kemungkinan mereka saling melukai. Setiap sel berukuran tujuh meter persegi dilengkapi dipan, meja dan bangku. Ada juga kombinasi toilet-wastafel-pancuran mandi terbuat dari baja anti-karat.

Dindingnya berbahan beton tebal, berpintu logam padat dilengkapi lubang kecil untuk makanan dan obat. Interaksi sehari-hari dengan penjaga, psikiater dan pegawai lain terjadi di dalam sel.

Seluruh unit terletak di sisi yang sama maka para narapidana tak bisa saling melihat ketika pintu dibuka. Mereka mendapat cahaya alam dari jendela vertikal selebar 10cm, dan dari situ mereka bisa melihat sepotong langit.

Di beberapa sel ada radio atau televisi dengan siaran pendidikan atau keagamaan. Terkadang ada film yang sudah dipilih oleh petugas, disiarkan lewat sirkuit tertutup. Narapidana boleh meninggalkan sel hanya saat waktu kunjungan. Waktu rekreasi dan perawatan medis tak bisa dilakukan di lokasi.

Pada saat kunjungan, narapidana dipisahkan oleh gelas tebal dan bercakap lewat telepon. Mereka tak punya akses atas surat elektronik dan hanya dibolehkan memakai telepon 15 menit per bulan.

Rekreasi dibatasi satu atau dua jam sehari, hanya pada hari kerja. Beberapa boleh ke gimnasium, yang terletak di penjara dan tanpa jendela. Beberapa narapidana bisa ke area luar, yang dibatasi dengan dinding beton dan jeruji di atap, tapi harus ditemani tiga orang penjaga. Mereka yang dianggap terlalu berbahaya berekreasi di ruang terpisah, dan tetap terisolasi.

Paul Wright, Direktur Eksekutif Human Rights Defense Center, menyatakan bahwa segala sesuatu di ADX Florence, mulai dari struktur fisik, rancangan sel ditujukan untuk meminimalisir kontak dengan manusia.

Ditambahkan, pada dasarnya penjara itu dirancang untuk meruntuhkan mental para penghuninya.(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email