oleh

Adu Mulut Warnai Konvoi Buruh Tangerang ke Kantor Gubernur

Kabar6-Ribuan buruh se-Tangerang Raya akhirnya benar-benar menguasai ruas Jalan raya Serang, yang menjadi akses utama penghubung Kabupaten Tangerang dengan wilayah Serang, Banten, Kamis (10/12/2015).

Aksi konvoi bersepeda motor yang dilakukan buruh menuju Kantor Gubernur Banten, Rano Karno di Kota serang, tak pelak sempat diwarnai adu mulut dengan pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi.

Buruh yang ngotot ingin melakukan orasi di beberapa titik, dihalau oleh pihak kepolisian karena akan menghambat arus lalu lintas.

“Kami lagi-lagi dilarang melakukan orasi,” ujar Eko, salah seorang buruh Aliansi Rakyat Tangerang Raya (ALTTAR), saat berkumpul dikawasan Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Dan, untungnya adu mulut antara buruh dengan kepolisian tidak melebar. Hingga buruh tetap melanjutkan aksi konvoi menuju Kantor Gubernur Banten. Sementara polisi tetap mengawal buruh hingga kewilayah perbatasan Kabupaten Tangerang.

Tak hanya itu, konvoi buruh juga sempat memicu keluhan pengendara pengguna jalan lainnya, mengingat dampak kemacetan yang ditimbulkan.

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Irman Sugema yang turun langsung mengawal aksi, mengingatkan buruh agar tidak bertindak anarkis dalam menyampaikan aspirasinya.

Sedianya, aksi buruh menggeruduk kantor Gubernur Banten di Kota Serang, guna mendesak dilakukannya merevisi Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2016 yang telah ditetapkan.

Buruh juga menyuarakan penolakannya atas pemberlakuan PP 78 tentang pengupahan, karena dinilai merugikan buruh.

Diketahui, sedianya Gubernur Banten, Rano Karno sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan UMK 2016 untuk semua wilayah di Banten, dengan besaran sebagai berikut :

  • Kota Cilegon Rp3.078.000.
  • Kabupaten Lebak Rp1.966.000.
  • Kabupaten Pandeglang Rp1.999.951.
  • Kota Tangsel Rp3.021.000.
  • Kabupaten Serang Rp3.010.500.
  • Kota Serang Rp2.648.125.
  • Kabupaten Tangerang Rp3.021.650.
  • Kota Tangerang Rp3.043.950.(shy)

Berita Terbaru