oleh

Adakah Hubungan Antara Junk Food dan Kesehatan Mental?

Kabar6-Tahukah Anda, apa yang kita makan ‘berhubungan’ dengan apa yang kita pikir? Penelitian terbaru mengatakan, pola diet mungkin berperan dalam menyebabkan gangguan mental.

Hubungan antara diet dan gangguan mental merupakan bahan baru yang diselidiki, tetapi sudah banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan yang erat antara kedua topik tersebut.

Hasil penelitian tersebut, melansir Foxnews, secara konsisten menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung tepung, makanan yang tidak diproses, sayuran yang diperkaya dengan nutrisi, buah, ikan, daging dan gandum utuh berhubungan erat dengan rendahnya angka kejadian gangguan mental atau masalah mental.

Sementara pola diet yang banyak mengonsumsi junk food (makanan yang digoreng, makanan yang melalui proses, makanan manis) sangat berhubungan dengan peningkatan gangguan mental.

Namun sampai saat ini para peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana makanan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Sudah banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kaitan antara usus dan otak dan peranannya dalam menyebabkan gangguan mental.

Disebutkan mekanisme yang mungkin menjadi penghubung antara makanan dan gangguan mental. Mikroba, apakah itu mikroba yang baik maupun jahat, yang tinggal di saluran pencernaan, dipercaya para ilmuwan menjadi sarana komunikasi langsung antara usus dan otak. Mikroba ini memiliki peranan penting dalam menentukan kesehatan fisik maupun mental kita.

Saat Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat, dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri jahat yang bisa merusak keseimbangan bakteri dalam usus. ** Baca juga: Mengapa Wanita Punya Harapan Hidup Lebih Tinggi Ketimbang Pria?

Penelitian yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan, rusaknya keseimbangan mikroba dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti perubahan kimia di otak, perubahan mood dan perilaku yang dapat berakhir menjadi depresi dan gangguan kecemasan (anxiety).(ilj/bbs)

Berita Terbaru