oleh

Ada Bahaya Mengintip Bagi Penggemar Keripik

Kabar6-Salah satu camilan yang menjadi favorit saat senggang adalah keripik yang memiliki rasa renyah dan gurih. Namun terlalu banyak mengonsumsi keripik pun tidak disarankan karena Anda akan mengalami beberapa masalah kesehatan.

Keripik yang tinggi lemak dan kalori dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan serta obesitas. Sebanyak 28 gram keripik kentang polos, atau sekira 15-20 keping keripik, mengandung sekira 10 gram lemak dan 154 kalori. Dilansir sfgate, berikut adalah tiga bahaya yang mengintip penggemar keripik:

1. Rendah nutrisi
Keripik biasanya rendah vitamin dan mineral. Mengonsumsi makanan ringan yang sehat dapat membantu menebus kekurangan gizi pada waktu makan. Jadi jika memilih keripik dan bukan makanan ringan dengan kepadatan nutrisi tinggi, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan dari nutrisi yang dibutuhkan.

2. Tekanan darah tinggi
Kandungan natrium dalam keripik dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, sehingga dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, penyakit jantung koroner dan penyakit ginjal.

Keripik umumnya mengandung antara 120-180 miligram sodium per 28 gram, dan keripik tortilla memiliki 105-160 miligram sodium per 28 gram. Sekantong keripik biasanya mengandung lebih dari 28 gram, sehingga banyak orang mengonsumsi lebih banyak sodium daripada yang mereka sadari saat makan keripik.

Untuk ukuran konsumsi sodium usahakan tidak lebih dari 2.300 miligram per hari. Sementara untuk yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, penyakit ginjal atau diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 1.500 miligram per hari.

3. Kolesterol tinggi
Konsumsi keripik yang sering dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi karena jumlah dan jenis lemak yang ditemukan pada keripik. Sebagian besar keripik digoreng, sebuah proses yang menciptakan lemak trans, jenis yang paling berbahaya. Selain itu, minyak yang digunakan untuk menggoreng keripik sering mengandung lemak jenuh, yang juga berkontribusi pada kadar kolesterol tinggi.

Sebuah studi pada 2007 yang diterbitkan dalam jurnal ‘Circulation’ menemukan bahwa kadar lemak trans yang tinggi pada aliran darah dikaitkan dengan kadar kolesterol LDL yang tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Kadar lemak trans tinggi dalam makanan akan meningkatkan kadarnya dalam lemak darah. ** Baca juga: Tidak Hanya Rapi, Ada 4 Hal Menyehatkan Rutin Potong Kuku

Keripik kentang panggang dan keripik tortilla cenderung lebih rendah kalori dan lemak daripada keripik goreng, meski mungkin masih mengandung kadar natrium tinggi. Cobalah mengonsumsi keripik sayur yang lebih aman untuk Anda.(ilj/bbs)

Berita Terbaru