oleh

75 Persen Kasus Kebakaran di Lebak Tak Bisa Ditanggulangi

Kabar6-Sepanjang 2018, tercatat 89 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Lebak. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 dan 2017 yakni 83 dan 81 peristiwa.

Kepala Seksi Damkar pada Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, Suparmin kepada Kabar6.com menuturkan pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pemadam kebakaran (damkar).

“Sejauhmana perkembangan damkar, capaian, luas wilayah, jumlah personel dan armada,” kata Suparmin, Selasa (25/12/2018).

Namun, dari jumlah kasus kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2018, hanya 25 persen peristiwa kebakaran yang mampu ditanggulangi petugas.

“Jadi 75 persen tidak tertanggulangi, itu di luar WMK (Wilayah Manajemen Kebakaran). Iya karena jarak pos dengan titik kebakaran, ya seperti di wilayah Selatan; Bayah, Malingping, Wanasalam dan lain-lain serta wilayah Utara seperti Gunungkencana, Lebakgedong, dan Cipanas itu sangat tidak mungkin terkejar oleh kami,” paparnya.

Suparmin mengimbau agar masyarakat yang berada di luar WMK untuk segera melapor kepada petugas kepolisian dan PLN jika terjadi kebakaran.

“Selain dengan air, batang pohon pisang juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Jangan lupa hubungi PLN agar bisa memadamkan arus listrik,” katanya.**Baca Juga: Angkasa Pura II Salurkan Bantuan Bagi Korban Tsunami Selat Sunda.

Sementara itu, Kasatpol PP Lebak, Dartim mengatakan, pada tahun 2019 akan ada penambahan sarpras berupa satu unit mobil damkar yang akan ditempatkan di WMK selatan.

Terkait dengan personel, Dartim mengaku idealnya memang ada penambahan. Saat ini, damkar hanya memiliki 12 personel. Namun, hal itu disesuaikan kembali dengan kemampuan anggaran daerah.

“Idealnya satu WMK itu tiga regu, satu regu berisi enam orang. Kami sudah sampaikan (kebutuhan ini) tetapi lihat kemampuan ya, kalau anggaran mencukupi saya rasa pemda juga akan mengalokasikan,” tambahnya.(Nda)

Berita Terbaru