oleh

5 Mitos Seputar Susu yang Jangan Langsung Dipercaya

Kabar6-Susu adalah cairan bergizi warna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia, salah satunya manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.

Dewasa ini susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan. Sementara untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu secara alami mengandung nutrisi penting seperti bermacam-macam vitamin, protein, kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc.

Pendapat lain menambahkan bahwa susu mengandung mineral dan lemak. Karena itulah setiap orang dianjurkan minum susu. Di sisi lain, terdapat beberapa mitos seputar susu yang kurang tepat, namun banyak dipercaya masyarakat. Melansir beberapa sumber, ini lima mitos yang dimaksud:

1. Mitos: susu hanya untuk pertumbuhan anak, orang dewasa tak lagi membutuhkan
Faktanya, orang dewasa juga membutuhkan asupan harian kalsium sebanyak 1000-1200 mg/hari yang bisa diperoleh dari susu. Memang, kalsium bisa digantikan dari sumber-sumber lain seperti ikan teri, brokoli, dan sayuran hijau gelap lainnya.

Namun menurut penelitian pada responden dewasa, bila produk susu digantikan dengan sumber kalsium lain, ternyata asupan nutrisi harian lainnya jadi berkurang, seperti asupan protein, kalium, magnesium, fosfor riboflavin, vitamin A, dan vitamin B12.

2. Mitos: susu hanya baik untuk kesehatan tulang
Faktanya, penelitian yang dipublikasi di Journal of American College of Nutrition (2009) menyebutkan, konsumsi susu yang disertai dengan diet rendah garam bisa membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Ini karena susu mengandung kalium dan magnesium yang membantu mengontrol tekanan darah.

Penelitian lain dari Journal of Clinical Nutrition (2015) yang dilakukan pada orang lanjut usia (65 tahun ke atas), menunjukkan bahwa mereka yang rutin minum susu memiliki antioksidan glutathione yang lebih tinggi pada otak.

Glutathione adalah antioksidan yang berperan penting melindungi otak dari ROS (reactive oxygen species) dan radikal bebas yang bisa merusak sel-sel otak dan menyebabkan stres oksidatif. ROS dan radikal bebas yang menumpuk di otak berhubungan dengan penyakit yang memengaruhi fungsi otak seperti Parkinson, Alzheimer, dan dimensia karena sebab lain.

3. Mitos: susu bikin gemuk
Faktanya, susu memang mengandung lemak, tapi berdasarkan penelitian di International Journal of Obesity (2004), kandungan kalsium dan protein dalam susu justru dapat membantu penurunan berat badan pada orang dewasa yang obesitas.

4. Mitos: susu bikin diare
Faktanya, sebuah metaanalisis dari 21 penelitian yang dipublikasi di Journal of Nutrition pada 2006, membandingkan efek susu dengan placebo pada individu tanpa gangguan pencernaan.

Hasilnya, ditemukan bahwa laktosa bukan penyebab masalah atau gangguan saluran pencernaan seperti diare. Ada banyak penyebab diare, misalnya karena infeksi atau iritasi. Bahkan produk susu yang difermentasi justru bisa digunakan untuk terapi diare.

5. Mitos: hanya jenis susu tertentu yang baik untuk tubuh
Faktanya, banyak yang menghindari susu full cream dan lebih memiliki susu skim atau susu rendah lemak. Padahal menurut penelitian Skandinavian Journal of Primary Health 2013, susu full cream membuat kita lebih kenyang sehingga asupan yang lain jadi berkurang.

Jadi, jangan takut minum susu full cream. Asalkan sesuaikan dengan asupan total harian. ** Baca juga: Selain Jeruk, Ini 6 Sumber Vitamin C lainnya

Semoga bermanfaat.(ilj/bbs)

Berita Terbaru