oleh

5 Alternatif Pengganti Susu Sapi

Kabar6-Susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan anak-anak. Sementara untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.

Susu secara alami mengandung nutrisi penting seperti bermacam-macam vitamin, protein, kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc. Pendapat lain menambahkan, susu mengandung mineral dan lemak. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu.

Ada banyak jenis susu, namun yang paling banyak diminum adalah susu sapi. Lantas, bagaimana bila Anda tidak menyukai susu sapi, atau mengalami alergi setelah meminumnya? Melansir Beautynesia, berikut adalah lima alternatif pengganti susu sapi, terutama juga untuk para penganut vegan:

1. Susu kedelai
Susu kedelai memiliki protein yang hampir sama banyaknya dengan susu sapi perah, namun lebih sedikit lemak dan tanpa kolesterol, kalsiumnya pun sebanding. Keunggulan lain dari jenis susu ini adalah harganya yang terjangkau.

2. Susu almond
Meski mengandung kalsium, susu almond bukanlah sumber protein atau serat yang bagus. Konsistensinya mirip dengan susu kedelai kental dan rasa kacang yang sempurna untuk membuat smoothie buah vegan atau minuman krim dan makanan penutup lainnya, meskipun mereka tidak terasa seperti susu sapi. Pastikan untuk mengocok susu almond dengan baik sebelum digunakan.

3. Coconut milk
Susu ini memang sangat cocok untuk memasak. Namaun bagi Anda yang menyukai rasa kelapa, bisa mencobanya dengan cara dibekukan dalam lemari es dan memakannya seperti ice cream.

4. Susu beras
Susu beras ini tidak sekental susu kedelai atau susu dairy. Jenis susu ini memiliki sedikit lemak dan rendah kalori. Lebih baik menggunakan beras merah karena lebih bergizi dan memiliki indeks glycemic yang lebih rendah.

Karena sedikit manis, susu beras berfungsi baik sebagai pengganti susu vegan dalam resep hidangan penutup, tetapi kurang cocok untuk hidangan gurih atau asin, seperti kentang tumbuk vegan. Dibandingkan dengan susu kedelai dan almond, susu beras memiliki protein lebih sedikit.

5. Susu Oat
Karena masih sulit menemukan susu oat di Indonesia, Anda dapat membuatnya sendiri. Masak oatmeal sesuai instruksi di kemasan, kemudian blender untuk membuatnya menjadi bubur halus. Saring bubur halus hingga mendapatkan airnya saja. Didihkan sari oat tersebut, biarkan sampai dingin dan simpan di kulkas untuk membuatnya lebih awet dan segar. ** Baca juga: Ketahui Bahaya Tidak Ganti Pisau pada Alat Cukur

Selamat mencoba.(ilj/bbs)