oleh

5 Alasan Banyuwangi Wajib Dikunjungi Saat Liburan

Kalau ada daerah di Indonesia yang getol mengenalkan kotanya dengan puluhan agenda wisata, Banyuwangi pasti berada di puncak peringkatnya. Hampir setiap tahun di berbagai sudut kota Banyuwangi dipasang spanduk-spanduk yang berisi agenda wisata yang mudah dilihat para pengguna jalan. Tahun 2019 ini, sekitar 99 acara telah dimasukkan dan siap digelar hingga bulan Desember mendatang.

Tidak main-main, dari agenda wisata yang telah disusun tersebut terselip acara berskala internasional seperti Tour de Banyuwangi. Bukan hanya tentang olahraga bersepeda, acara ini juga menjadi ajang unjuk seni budaya Banyuwangi bagi wisatawan mancanegara yang datang ke sini. Sangat tepat bagi yang memiliki jadwal liburan berbarengan dengan agenda wisata ini.

Jika terkendala harga tiket pesawat mahal ke Banyuwangi, kota yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini masih bisa dicapai dengan membeli tiket bus Pahala Kencana, lho. Siapa tahu selain dapat dengan murah ke sana, ada alasan untuk mengunjungi Banyuwangi lainnya. Seperti berikut ini.

Melihat Lebih DekatĀ  Blue Fire

Saat memasuki kota Banyuwangi, nama Gunung Ijen seakan menyambut siapa saja. Meski terletak di luar Banyuwangi sendiri, popularitas wisata Gunung Ijen tidak meninggalkan kota ini begitu saja. Wisatawan banyak yang memilih menginap di kota daripada di kawasan perkemahannya, lalu menanjak ke kawahnya saat tengah malam tiba.

Ada pancaran sinar Blue Fire yang legendaris di sana. Mendaki punggung gunungnya setapak demi setapak di kegelapan rela dilakukan bagi pemburu sinar biru tersebut. Waktu terbaik untuk mengunjungi Kawah Ijen sendiri sekitar Agustus tiba. Suatu alasan terbaik merayakan bulan kemerdekaan Indonesia di puncak Kawah Ijennya, bukan?

Menjelajah Baluran, Afrika-nya Banyuwangi

Tidak perlu jauh-jauh mencari tiket pesawat untuk melihat seperti apa sih padang rumput kering di Afrika sana. Cukup dengan bus Pahala Kencana untuk sampai Banyuwangi dan menuju Taman Nasional Baluran di bagian utara kotanya. Taman yang dijuluki Africa van Java ini selalu menjadi jujugan fotografer dengan savana bekolnya dan pohon-pohon yang unik bentuknya.

Fauna di sini pun dikenal cukup langka dan unik. Selain binatang dengan populasi luas seperti rusa, kerbau hutan dan banteng, konon ada macan di sini namun jarang yang menemui karena terlalu luas. Pada musim-musim tertentu, binatang-binatang ini tidak mudah ditemui meski menjelajahi dari ujung ke ujung Taman Nasional Baluran. Jadi banyak wisatawan yang memilih untuk menginap di cottage-cottage yang telah disediakan untuk berburu kembali keesokan harinya.

Serunya Pantai Pulau Merah

Di banyak informasi promosi Banyuwangi, sering terlihat penari-penari Gandrung Banyuwangi melenggak-lenggok dengan latar belakang pulau berwarna kemerahan. Inilah salah satu pantai paling hits di Banyuwangi yang dinamakan Pantai Pulau Merah. Dinamakan demikian karena butiran-butiran pasir di pantainya berasal dari abrasi pulau di depan teluknya dan terdampar di daratan.

Pengunjung dapat mendekati pulau yang siluetnya berwarna kemerahan ini saat gelombang surut tiba. Biasanya sekitar siang jelang sore permukaan air laut turun dan hamparan pasir merahnya menjorok hingga kaki pulau. Jika hanya ingin menikmati semilir angin, duduk-duduk saja di kursi pantai yang disewakan penduduk sekitar sambil minum air kelapa segar.

Mencari Khasiat Pasir Pantai Boom Banyuwangi

Pantai ini memang istimewa. Cukup dengan modal bus Pahala Kencana untuk mencapainya karena terletak di bibir kotanya. Tidak perlu mendaki tebing dulu baru menuju pantai tersembunyi, Pantai Boom adalah objek wisata paling mudah ditemui. Harga tiketnya murah meriah dibandingkan dengan bisik-bisik tentang khasiat pasir pantainya.

Tidak sampai merogoh kocek puluhan ribu per kepala, wisatawan dapat puas bermain di Pantai Boom Banyuwangi. Jika beruntung dapat sekaligus melihat acara budaya seperti Festival Gandrung Sewu di sini sambil merendam kaki di pasirnya. Konon ada khasiat kesehatan yang bakal didapat setelah menggunakan pasir berwarna hitam dan abu-abu tersebut di Pantai Boom Banyuwangi.

Desa Wisata Adat Osing Kemiren

Ke arah Gunung Ijen, ada Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang bisa dikunjungi sekaligus dalam satu perjalanan. Desa ini sangat asyik dijadikan tempat relaksasi karena masih kental aroma pedesaan yang asri dan khas desa Osing. Terletak di Desa Kemiren, ada sekelompok suku Osing yang masih memegang erat adat dan kearifan lokalnya.

Penduduknya pun ramah-ramah terhadap pengunjung yang datang dengan rasa ingin tahu. Mereka tetap bersahaja menemui tamunya dengan pakaian khas sederhana di ruang tamu rumah tinggalnya yang masih dijaga keasliannya. Kearifan desa inilah yang menjadikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menetapkan desa ini sebagai cagar budaya.

Label yang diberikan pemerintah ini tentu tidak menghalangi wisatawan yang ingin berkunjung merasakan langsung kehangatan dan keramahan mereka. Banyak cara untuk menuju ke sini, dengan kendaraan pribadi, kereta api ke Banyuwangi, menyewa bus Pahala Kencana atau dengan pesawat terbang. Bus adalah pilihan paling tepat karena sepanjang jalan menuju ke Banyuwangi memiliki pemandangan terbaik senilai jutaan dolar.

Namun karena letaknya tepat di ujung timur Pulau Jawa, pastikan telah melakukan persiapan lengkap agar tetap nyaman di perjalanan. Usah dipikirkan harga tiket ke Banyuwangi yang mahal, kota ini bisa dicapai dengan membeli tiket bus Pahala Kencana. Milikilah cukup waktu menjelajahi Banyuwangi dengan menginap di hotel-hotel rekomendasi Traveloka dari pilihan yang paling banyak dipesan.

Berita Terbaru