oleh

465 Warga Pakuhaji di Rapid Test, 13 Reaktif Covid-19

Kabar6 – Sebanyak 13 warga Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, positif terpapar virus corona atau covid-19. Mereka adalah sejumlah warga dari 465 orang yang di rapid test Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang.

Camat Pakuhaji Asmawi mengatakan, rapid test masal yang digelar oleh BIN dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang yang diikuti oleh 465 masyarakat. Dia juga mengatakan, dari hasil rapid test yang dilakukan, terdapat 13 warganya yang dinyatakan reaktif covid-19.

” Hasilnya ada 13 orang yang reaktif, ” kata Asmawi kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).

Asmawi mengatakan, saat rapid test beberapa mobil laboratorium combat polymerase chain reaction (PCR) untuk test swab dan sejumlah kendaraan medis bersiaga disiagakan.saat rapid test. Menurutnya, masyarakat yang hendak ikut tes terlebih dulu mendaftar. Lanjut Asmawi, dari ke 13 warga yang reaktif, sudah dilakukan tes swab juga setelah dilakukan rapid test.

“Sebanyak 13 warga yang dinyatakan reaktif tersebut sudah dilakukan test swab, jadi kita tinggal menunggu hasilnya saja,” kata Asmawi.

Dengan dilakukan rapid test massal ini, Asmawi berharap, deteksi penyebaran Covid-19 di Kecamatan Pakuhaji bisa semakin cepat. Artinya, masyarakat yang terpapar bisa segera diketahui dan bisa dirawat agar tidak menularkan ke orang lain.

Dia juga menghimbau, agar masyarakat selaku disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, sering cuci tangan dan menerapkan jaga jarak.

“Untuk masyarakat yang kondisinya sehat, namun hasil test rapid reaktif akan terus dipantau petugas. Saya minta masyarakat Kecamatan Pakuhaji agar disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang,  yang merupakan seorang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang,  Hendra Tarmidzi mengatakan, ke 13 warga Pakuhaji yang reaktif corona belum dibawa ke graha anabatic untuk dilakukan perawatan, karena masih menunggu hasio swab.

**Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, 200 Warga Cisoka di Rapid Test.

Menurut Hendra, jika hasil swab sudah keluar dan hasilnya posistif, maka mereka akan dibawa ke graha anabatic atau rumah singgah Covid-19 di Kecamatan Kelapa Dua.

” Kita masih menunggu hasil, tadi katanya si malam ini akan keluar hasilnya. Mereka masih dirumah masing-masing,  kalau positif baru dibawa. Untuk pihak keluarga, harus jaga jarak dulu dan jangan lupa pakai masker, ” ujarnya. (Vee)

Berita Terbaru