oleh

3 Sekte di Dunia yang Berakhir Tragis Saat Lakukan Ritual

Kabar6-Dalam sosiologi agama, sekte umumnya adalah sebuah kelompok keagamaan atau politik yang memisahkan diri dari kelompok yang lebih besar, biasanya karena pertikaian tentang masalah-masalah doktriner.

Ada banyak sekte di dunia ini, termasuk juga yang beraliran ekstrem. Melansir idntimes, berikut tiga sekte di dunia yang mengalami nasib tragis saat lakukan ritual:

1. Sekte Davidians
Merupakan kelompok dari cabang Gereja Seventh Day Advent, organisasi fundamentalis yang sangat percaya pada penafsiran harfiah dari Alkitab dan beroperasi sekira 1980-an. Pemimpin sekte ini bernama David Koresh, seorang ilmuwan teologis dan juga ‘nabi’ dari kelompok tersebut.

Fokus utama sekte ini adalah kepercayaan bahwa hari kiamat sudah dekat dan harus dipersiapkan. Mereka pun melakukan berbagai praktik aneh agar dapat selamat dari hari kiamat.

Pada awal 90-an, sekte Davidians dilaporkan berpartisipasi dalam serangkaian perilaku ilegal, khususnya penyimpanan stok senjata serta penganiayaan anak. Koresh juga dituduh telah melakukan hubungan seksual dengan anak perempuan yang masih berusia 12 tahun.

Setelah 51 hari melakukan pengintaian dan pengepungan, FBI akhirnya mulai bertindak dengan mencoba menerobos masuk markas sekte tersebut. Namun sebelum berhasil masuk, terjadi sebuah ledakan yang mengakibatkan kebakaran hebat.

Api akhirnya membunuh semua orang yang ada di dalam, termasuk wanita dan anak-anak. Penjelasan resmi menyatakan jika para anggota sekte Davidians telah melakukan sebuah perjanjian bunuh diri.

2. Heaven’s Gate
Sekte yang muncul pada 1970-an ini didirikan oleh Marshall Applewhite dan Bonnie Nettles. Heaven’s Gate percaya jika semakin lama kehidupan manusia semakin tidak membaik, dan harus maju ke pesawat astral lain agar bisa berkembang.

Mereka juga percaya jika pesawat luar angkasa alien mengikuti komet Hale-Bopp dan bakalan bergabung dengan mereka di tempat yang lebih tinggi. Pada Maret 1997, para anggota sekte akhirnya memutuskan untuk naik pesawat tersebut dengan cara menelan obat beracun.

Sekira 40 anggota sekte, termasuk Applewhite pun ditemukan tewas di sebuah rumah yang ada di California, Amerika Serikat. Uniknya, semua anggota sekte yang tewas dalam kelompok tersebut mengenakan pakaian yang sama, termasuk sepatu Nike dengan kain ungu menutup wajah mereka.

3. Ten Commandments
Ten Commandments adalah sebuah gerakan restorasi yang dipimpin oleh sekelompok pastor Katolik yang dikucilkan di Uganda, Afrika, pada awal 1990-an. Mereka merupakan organisasi Kristen yang berpedoman pada 10 perintah Allah dan firman Yesus.

Salah satu tujuan utama dari kelompok ini adalah menyebarkan kepercayaan mereka kepada masyarakat luas. Mereka kerap melakukan hal-hal yang baik, termasuk mendirikan beberapa sekolah.

Sama seperti sekte lainnya, Ten Commandments sangat terobsesi dengan akhir dunia yang mereka ramalkan akan terjadi pada 1999. Ketika gagal terjadi, mereka pun memperpanjangnya hingga Maret 2020.

Hingga akhirnya, pemimpin sekte mengumpulkan sekira 500 anggota di salah satu gereja mereka. Para anggota diminta untuk melakukan sebuah ritual pengorbanan hidup. Mereka yang sudah berada di dalam gereja tidak bisa lagi keluar karena semua pintu dan jendela sudah diganjal. Api pun mulai menyala dan membakar habis seisi gedung.

Tidak jelas siapa yang memulai kebakaran tersebut. Ada laporan, para anggota sekte sengaja menyiram bensin ke tubuh mereka. Ada pula laporan yang menyebutkan jika gereja dibakar dari luar.

Setelah puing-puing dibersihkan, pihak berwenang menemukan mayat lainnya yang dikuburkan di sekitar gereja. Hal ini mengindikasikan bahwa memang sudah terjadi rentetan pembunuhan sebelum kebakaran itu terjadi.

Sekira kurang lebih 900 mayat ditemukan di sekitar area kebakaran dan menjadikan hal tersebut sebagai pembunuhan dengan motif pemujaan terburuk sepanjang sejarah. ** Baca juga: Wabah Dancing Plague Membuat Penderitanya Menari Hingga Mati

Mengerikan!(ilj/bbs)

Berita Terbaru