oleh

3 Jenis Sakit Kepala yang Sebaiknya Jangan Dianggap Sepele

Kabar6-Setiap orang tentu pernah mengalami sakit kepala. Banyak orang menganggap, setiap sakit kepala memiliki penyebab yang sama. Padahal, nyeri yang timbul saat sakit kepala bisa terjadi karena berbagai hal.

Sebagian mungkin akan sembuh dengan hanya istirahat, tapi sebagian lainnya bisa jadi akan sangat berisiko. Karena itulah, melansir Viva, penting untuk mengenali jenis-jenis sakit kepala. Apa sajakah tiga jenis sakit kepala yang sebaiknya jangan disepelekan?

1. Sakit kepala karena tensi tinggi
Jika mengalami kepala karena tensi, Anda mungkin merasakan sensasi tumpul dan pegal di seluruh kepala. Itu tidak berdenyut. Sensitivitas di sekitar leher, dahi, kulit kepala, atau otot bahu juga mungkin terjadi. Siapa pun dapat mengalami sakit kepala karena tensi yang tinggi, dan mereka sering dipicu oleh stres.

2. Sakit kepala cluster
Sakit kepala cluster ditandai dengan rasa terbakar yang hebat dan menusuk. Mereka terjadi di sekitar atau di belakang satu mata atau pada satu sisi wajah pada suatu waktu.

Terkadang bengkak, kemerahan, dan keringat bisa terjadi di sisi yang terkena sakit kepala. Hidung tersumbat dan mata ‘sobek’ juga sering terjadi pada sisi yang sama dengan sakit kepala.

Sakit kepala ini terjadi secara periodikal. Setiap sakit kepala individu dapat berlangsung dari 15 menit hingga tiga jam. Kebanyakan orang mengalami sakit kepala satu hingga empat hari, biasanya sekitar waktu yang sama setiap hari, selama satu cluster. Setelah satu sakit kepala sembuh, yang lain akan segera menyusul.

Serangkaian sakit kepala cluster dapat terjadi setiap hari selama berbulan-bulan pada suatu waktu. Dalam bulan-bulan antara cluster, individu bebas gejala. Sakit kepala cluster lebih sering terjadi pada musim semi dan gugur. Mereka juga tiga kali lebih umum pada pria.

3. Migrain
Nyeri migrain adalah denyut yang intens dari jauh di dalam kepala. Nyeri ini bisa berlangsung berhari-hari. Sakit kepala secara signifikan membatasi kemampuan kamu untuk melakukan rutinitas harian. Migrain berdenyut dan biasanya satu sisi. Orang dengan sakit kepala migrain seringkali sensitif terhadap cahaya dan suara. Mual dan muntah juga biasanya terjadi.

Beberapa migrain didahului oleh gangguan penglihatan. Sekira satu dari lima orang akan mengalami gejala-gejala ini sebelum sakit kepala dimulai. Dikenal sebagai aura, itu dapat menyebabkan kamu melihat, lampu berkedip, lampu berkilauan dan garis zig zag

Serangan migrain mungkin terjadi di keluarga, atau mereka dapat dikaitkan dengan kondisi sistem saraf lainnya. Wanita tiga kali lebih mungkin mengembangkan migrain daripada pria. Orang dengan gangguan stres pascatrauma juga memiliki peningkatan risiko migrain.

Faktor lingkungan tertentu, seperti gangguan tidur, dehidrasi, melewatkan makan, beberapa makanan, fluktuasi hormon, dan paparan bahan kimia adalah pemicu migrain yang umum. ** Baca juga: Sering Ada di Sekitar Kita, Apa itu Pathological Liar?

Jadi, kenali dulu sakit kepala yang Anda alami agar pengobatannya lebih tepat. Jangan ragu periksakan diri ke dokter apabila sakit kepala tak kunjung sembuh.(ilj/bbs)

Berita Terbaru