oleh

25 Orang Dipatok Ular Selama Januari 2013

Kabar6-Busyet. Selama bulan januari 2013, Sebanyak 25 warga di Kecamatan Lebak dab Pangarangan, Provinsi Banten diopatok ulat tanah (ankistrodon rhodostoma). Gigitan ular tanah itu membuat mereka dirawat di puskesmas setempat.

Merebaknya kasus gigitan ular berbisa sepanjang bulan Januari ini disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi.

“Dari laporan yang kami terima, ada 21 warga di Puskesmas Panggarangan yang dirawat karena gigitan ular. Sedangkan di Kec. Leuwidamar ada 4 pasien yang sama. Mereka cepat ditangani tenaga medis sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Heru Haerudin di Rangkasbitung, Kamis (31/1).

Heru mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyebaran populasi ular tanah menyusul curah hujan meninggi beberapa hari terakhir di daerah itu. Populasi ular tanah jika malam hari setelah turun hujan mereka berkeliaran ke pemukiman penduduk mencari mangsa.

“Kebanyakan warga yang menjadi korban gigitan ular di daerah pemukiman itu saat  berjalan kaki malam hari .Lebih baik, menggunakan sepatu boot kalau pergi ke luar rumah,” paparnya.

Dijelaskannya, pihaknya hingga kini memiliki persediaan obat anti berbisa ular (ABU) mencukupi di 40 Puskesmas sehingga bisa mengatasi gigitan ular tersebut. Penanganan gigitan ular harus mendapat tindakan cepat karena beresiko jiwanya tidak tertolong. “Kami menghimbau jika terkena gigitan ular segera dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat dan jangan pergi ke dukun,” himbaunya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Leuwidamar Kab. Lebak, H Kumajaya mengatakan selama sepekan terakhir ini tercatat empat warga menjadi korban gigitan ular berbisa namun jiwa mereka bisa diselamatkan oleh petugas medis. Korban gigitan ular dapat diselamatkan setelah diberikan pengobatan melalui penyuntikan obat anti berbisa ular (ABU).

“Sebagai langkah antisipasi merebaknya kasus gigitan ular ini puskesmas sudah menyiapkan  stok obat anti bisa ular yang memang sangat dibutuhkan,” ucap Heru.(pk/sak)

 

Berita Terbaru