oleh

2019, Kabupaten Tangerang Bedah 1000 Rumah dan 20 Kawasan Kumuh

Kabar6-Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan membedah 1000 rumah tak kayak huni di 20 kawasan kumuh pada tahun 2019 ini.

Menurut Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, pembedahan ribuan rumah tak layak huni dan kawasan kumuh tersebut meliputi perbaikan rumah tak kayak huni menjadi layak huni hingga prasarana sarana dan utilitas kawasan. ” Sanitasi dan juga air bersihnya,” ujarnya, Senin 21/10/2019.

Bahkan, kata Iwan, program bedah rumah dan lingkungan kumuh 2019 ini dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok usaha bersama (KUBE) untuk penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan pelatihan wirausaha.

“Selain itu, masyarakat juga diberikan akses untuk mendapatkan bantuan permodalan dan untuk meningkatkan ketahanan pangan dikembangkan kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memanfaatkan pekarangan rumah,” katanya.

Dengan gebrak pakumis plus, kata Iwan, juga dibangun lingkungan agar bisa tumbuh menjadi masyarakat yang sejahtera,

Iwan menjelaskan program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh, Miskin, dan Pemberdayaan Lingkungan Sosial Ekonomi(Gebrak Pakumis Plus) 2019-2023 menjangkau sekitar 6000 lebih rumah tak layak huni di 20 kawasan dari 22 ribu lebih rumah kumuh di Kabupaten Tangerang.

Kepala Seksi Peningkatan Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Heru Hendrianto mengatakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tangerang tahun 2017, jumlah rumah tak kayak huni yang digarap pemerintah daerah sebanyak 22.992 unit.

**Baca juga: Besok, Massa Pendukung Balon Kades Demo Lagi di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang.

“Selama kurun waktu 2012-2018 sebanyak 6.664 unit yang sudah dibedah, kami targetkan setiap tahun 1000 rumah dibedah,” katanya.

Heru mengatakan jika sebelumnya gebrak pakumis hanya fokus pada perbaikan rumah tak layak huni saja, pada program pakumis plus penataan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan kumuh juga dilakukan.(GFM)

Berita Terbaru