oleh

2015, Dinas Pendidikan Tangsel Tambah Ruang Kelas

Kabar6-Peningkatan pelayanan pendidikan terus menjadi skala prioritas bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang tertuang dalam draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2011-2016.

Secara umum, tingkat pelayanan bagi para peserta didik di sekolah-sekolah di Kota Tangerang Selatan mengalami peningkatan pascapemekaran dari Kabupaten Tangerang pada semua jenjang pendidikan.

Dari tahun ke tahun, Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan terus berusaha mewujudkan kualitas maupun kuantitas pendidikan bermutu. Pada 2015 mendatang, rencana untuk menambah sejumlah ruang kelas dipastikan menjadi prioritas utama.

“Alasannya, hingga saat ini masih ada ruang kelas di masing-masing sekolah di Kota Tangerang Selatan yang perlu dibenahi. Contohnya, dalam satu kelas saja diisi sekitar 40-42 orang, padahal idealnya satu kelas hanya diisi 32 siswa,” ungkap Wakil Walikota Benyamin Davnie, Jum’at (13/12/21014)

Selama 2014 ini, Pemerintah Kota Tangsel telah menambah 614 unit ruang kelas untuk lebih meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan pendidikan.

Penambahan ruang kelas merupakan bagian dari upaya yang digulirkan ini berbarengan dengan pendidikan gratis mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas sederajat yang dikelola oleh pemerintah.

Selain peningkatan dan penambahan ruang kelas, Dinas Pendidikan juga bakal menggabungkan dua sekolah menjadi satu atau dimerger. Sedikitnya ada 153 SD Negeri di Kota Tangsel bakal dimerger.

Penggabungan sekolah ini sebagai maksud untuk meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di Kota Tangsel masih ada sekolah yang memberlakukan shift siang hari bagi muridnya. Kondisi ini bisa mengganggu psikologis para murid dalam menerima mata pelajaran di sekolah.

“Dengan dilakukannya merger, manajemen sekolah akan lebih tertata. Maka itu, dengan dilakukannya merger, nantinya murid-murid ini akan belajar pada pagi hari,” terang Benyamin.

Benyamin menambahkan, kebijakan yang digulirkannya bersama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany ini sebagai program kerja peningkatan dan perbaikan dunia pendidikan.

Komitmen tersebut sebagai implementasi atas janjinya kepada masyarakat Kota Tangsel pada saat kampanye pemilihan kepala daerah 2009 silam.

Benyamin yakin, pengurangan dan penetapan jumlah peserta didik yang mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di masing-masing sekolah dapat lebih efektif.

Ketentuan tersebut menurutnya telah banyak dilakukan lembaga pendidikan atau sekolah-sekolah yang dikelola oleh pihak swasta. “Maksimal 32 murid dalam satu kelas,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah S memaparkan di Kota Tangsel ada 208 SD Negeri yang tersebar di tujuh kecamatan.

Menurutnya, 153 sekolah di antaranya akan dilakukan penggabungan atau merger. Kebijakan ini berkaitan dengan akan dibangunnya gedung-gedung sekolah baru yang luas dan tentunya lebih representatif.

“Dan tentunya gedung bertingkat untuk sekolah-sekolah yang masih menggunakan bangunan secara bersama. Dimana nantinya, satu bangunan baru itu mampu menampung semua siswa tanpa harus ada sistem KBM pagi dan siang. Tujuan penggabungan sekolah ini untuk peningkatan kenyamanan belajar,” papar Mathodah.

Sementara terkait dengan nasib para pejabat pimpinan di sekolah-sekolah yang bakal dimerger kini masih terus dilakukan inventarisir. Mathodah memastikan, nantinya akan ada rotasi bertugas bagi sejumlah kepala sekolah.

“Kami akan seleksi (kepala sekolah) mana yang dikedepankan dan mana yang akan dimutasi. Yang akan pensiun tentu tidak jadi prioritas kami. Karena tahun ini banyak kepala sekolah yang pensiun, namun untuk jumlah persisnya saya tidak hafal. Sedangkan untuk guru-guru yang akan dimarger sekolahnya tetap akan mengajar di sekolah yang sama,” tandasnya.

Dari data Dinas Pendidikan Kota Tangsel, ada beberapa sekolah yang terkena penggabungan. Diantaranya adalah SD Negeri Kampung Bulak 3 dan SD Negeri Kampung Bulak 1, SD Negeri Ciputat 1, SD Negeri Ciputat 2 dan SD Negeri Ciputat 9, yang akan digabung menjadi satu.

“Pelaksanaan merger akan dilakukan sebelum tahun ajaran baru,” tambah Mathodah.(ADV)

Berita Terbaru