oleh

2014, Diprediksi Angka Kemiskinan di Tangsel Naik

Kabar6-Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melansir bahwa pertumbuhan jumlah warga miskin di wilayahnya cenderung masih tinggi.

Pemerintah daerah setempat telah direkomendasikan untuk terus bisa menggulirkan program dan kebijakan yang strategi dan populis dalam upaya meningkatkan perekonomian warganya.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tangsel, Faizin saat ditemui wartawan di Setu, Rabu (22/4/2015).

“Angka kemiskinan di Tangsel pada 2013 sebanyak 1,75 persen dengan total jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, angka kemiskinan pada kurun waktu 2010 sebesar 1,67 persen. Periode itu jumlah penduduk sekitar 1. 290.322 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 4,60 persen.

Kemudian periode tahun 2011 sebesar 1,50 persen dengan jumlah penduduk 1.355.926 juta jiwa. Adapun laju pertumbuhan sebesar 3,60 persen.

Pada 2012 1,33 persen dengan jumlah penduduk mencapi 1.405.170 juta jiwa adapun laju pertumbuhan 3,65 persen.

Menurut Faizin, memasuki periode 2013, presentasenya tembus di level 1,75 persen dari total jumlah penduduk sekitar 1.443.403 juta jiwa.

“Laju pertumbuhan warga miskin mencapai 2,72 persen. Adapun tahun 2014 datanya belum keluar. Kami memprediski ada kenaikan sebesar 0,77 persen untuk angka kemiskinan,” terang Faizin.

Ia mengutarakan, setiap tahun grafik angka jumlah kemiskinan warga selalu dinamis. Peningkatan angka warga miskin biasanya dipicu dari timbulnya inflasi.

Angka inflasi selalu naik bila harga kebutuhan bahan pangan pokok mahal, sementara daya beli masyarakat melemah.

“Faktornya banyak salah satunya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berimbas pada kenaikan pada kebutuhan lain. Serta faktor lainya berdampak pada faktor ekonomi,” katanya.

Faizin memprediski, sepanjang kurun waktu 2014 angka kemiskinan bakal mengalami kenaikan. Tapi presentase jumlahnya tidak terlalu besar.

Meski begitu harus tetap diantisipasi oleh pemerintah daerah agar grafik angka inflasi di kota perdagangan dan jasa ini tak melonjak terus. **Baca juga: Miliki Narkoba, Tiga Orang Ditangkap Polsek Panongan.

“Kami sarankan Pemda harus menjaga distribusi pasokan bahan pokok agar bisa menekan lonjakan harga. Ini ada kaitanya untuk mengurangi angka kemiskinan dengan harga tidak mahal,” sarannya.(yud)

Berita Terbaru