oleh

20 Kaki Membusuk, Johan Dijanjikan Kaki Palsu Dari Rano Karno

Kabar6-Mulai sekarang dan nanti, warna baru menghiasi keseharian Johan (29), warga Kalapa Nunggal, Desa Majau, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten.

Setelah 20 tahun hidup tanpa semangat akibat menanggung luka pada sebelah kakinya membusuk setelah digigit ular, kini Johon sudah punya gairah lagi.

Setelah proses amputasi kakinya sukses di RSUD Berkah, Kabupaten Pandeglang, Johan dijanjikan bakal mendapatkan kaki palsu dari Dinas Sosial Provinsi Banten, atas instruksi Plt Gubernur Banten, Rano Karno.

“Tim dari Dinsos Banten, tadi siang telah melakukan pengecekan kondisi kaki Johan setelah diamputasi. Setelah lukanya kering kami akan mengukur untuk membuatkan kaki palsu Johan,” kata Kepala Dinsos Banten, Nandi Mulya, Selasa (16/9/2014).

Nandi mengatakan, sebelumnya Dinsos juga mengirimkan bantuan sembako serta makanan penambah gizi lainnya untuk Johan. Supaya kondisi tubuhnya membaik dan bisa sesegera mungkin menggunakan kaki palsu.

Sementara itu, pantauan di RSUD Berkah Pandeglang, kondisi Johan kini kian membaik. Baik tubuh  maupun jiwa. Johan yang semula merasa minder dengan kondisi kakinya, kini mulai bersemangat lagi.

Johan mengatakan, dirinya sangat berrterima kasih kepada semua pihak yang membantu pengobatannya, “Saya sangat terima kasih pak, kepada semuanya,” kata Johan.

Sementara, A Rifaudin Aziz, warga yang mendampingi Johan mengatakan, pihaknya siap membantu sepenuhnya demi kelancaran pengobatan Johan.

Diketahui, sebelumnya Johan sempat tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pandeglang, meski JOhan juga memiliki kartu BPJS. Oleh relawan Facebook Banten News (FBn), Johan kemudian dibawa ke RSU Berkah Pandeglang, dengan menggunakan dana swadaya pembaca FBn.

Di RSU Berkah Pandeglang pun, kartu BPJS milik Johan pun tak berlaku dengan semestinya. Faktanya, banyak obat yang tidak tercover BPJS. Namun, berkat aksi sosial relawan FBn, semua obat untuk Johan bisa ditebus. **Baca juga: Waspada, Gelombang Tinggi di Perairan Banten Selatan.

Bahkan, selesai kaki Johan diamputasi pun, pihak rumah sakit tetap tidak memberikan fasilitas ambulance gratis. Namun, lagi-lagi itu tidak membuat niat dan semangat relawan FBn untuk terus mengawal kesembuhan Johan jadi menurun.(tmn/din)

Berita Terbaru